Kamis, 02 Maret 2017

PERSAUDARAAN DALAM KRISTUS



PERSAUDARAAN DALAM KRISTUS
Filemon 1-21

Pendahuluan
Surat Paulus kepada Filemon merupakan sebuat surat pribadi, yang memiliki makna teologis dan nilai penggembalaan yang sangat dalam, sekalipun surat ini pendek. Surat ini memberikan suatu contoh praktis cara menerapkan kehidupan iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam penyelesaian suatu masalah pribadi. Selain itu surat ini memberikan kerangka pemikiran Kristiani dalam isu ras, dan status sosial dalam masyarakat, serta bagaimana memandang sesama sebagai saudara dalam Kristus.
Isi
Tema sederhana yang  dipaparkan di atas, merupakan sebuah isu penting yang harus diperhatikan dalam kehidupan kekristenan, sebab kalau kita tidak memahami persaudaraan yang sebenarnya di dalam Kristus maka kita akan kehilangan inti dari persekutuan yang sesungguhnya. Sebab Tuhan memanggil kita untuk ada dalam sebuah persekutuan dan persekutuan itu diwujudkan dalam sebuah hubungan saudara yang harmonis dalam Kristus. Hubungan saudara ini tidak berbicara tentang hubungan saudara sedaging, tetapi hubungan saudara yang didasarkan pada kasih yang telah mempersatukan kita dalam panggilan Kristus.

Ada 3 tanda persaudaraan dalam Kristus yang dapat kita pelajari dari surat Filemon sebagai tuntunan untuk persaudaraan yang sesungguhnya

1.      Persuadaraan dalam Kristus ditandai dengan adanya sikap saling mendoakan (ayat 4)
Paulus mengajarkan sebuah tindakkan yang luar biasa dalam sikapnya yang selalu mendoakan saudara2nya seiman dalam Kristus. Di dalam doa ada ucapan syukur atas sebuah persekutuan indah yang telah dibangun. Persekutuan tersebut nyata Paulus lewat kata-kata paulus:aku berdoa, aku mengingat, aku mendengar tentang kasihmu dan tentang imanmu. Kata-kata tersebut mengandung sebuah hubungan yang erat. Di dalam doalah kita dapat mempererat hubungan antara kita dengan Tuhan dan juga dengan sesama kita. 

2.      Persaudaraan dalam Kristus ditandai dengan Kasih (ayat 7 & 9)
Kasih merupakan cirikhas yang paling utama di dalam kehidupan kekristenan. Kasih sebagai tanda bahwa kita menuruti firman Tuhan. Rasul Paulus seringkali digambarkan sebagai seorang yang bersifat keras dan kurang toleran. Tetapi dalam surat Filemon dengan jelas melukiskan seorang Paulus yang penuh dengan belas kasihan. Selain itu dalan surat ini nyata pula kepekaan terhadap masalah penggembalaan dan kehebatan Paulus dalam hal menasihati yang harus diteladani oleh semua orang orang Kristen. Paulus mampu menempatkan dirinya pada kedua belah pihak, sehingga dengan demikian ia menjadi seorang penengah yang sangat efektif. Paulus tidak menggunakan gaya psikologis murahan, tetapi sungguh ia menjemput Filemon dalam sebuah kasih dan persahabatan yang mendalam. Paulus memandang pribadi yang dilayani semua sama dihadapan Tuhan, tanpa mengurangi wibawa Firman Tuhan. Dengan demikian kewibawaan terletak pada Firman Tuhan, bukan pada wibawa si pelayan.
Sebelum Paulus mengajukan sebuah permintaan kepada Filemon mengenai Onesimus, Paulus langsung menyinggung pada ciri utama kehidupan kekristenan yaitu: Kasih. Kasih yang didalamnya Filemon telah diselamatkan. Kasih yang di dalamnya Filemon hidup. Hal itulah yang telah memberikan kegembiraan dan kekuatan bagi Paulus bahwa apa yang akan dimintanya mengenai Onesimus pasti akan dilakukan oleh Filemon. Kegembiraan terbesar dari seorang hamba Tuhan adalah ketika ia melihat jemaat yang dilayaninya hidup dalam kasih. Filemon telah melakukan itu, nyata dalam perkataan Paulus dalam ayat 5 dan 7. Kasih ditandai dengan adanya penghiburan, Filemon banyak berbuat kasih menolong orang-orang yang kekurangan dalam jemaat. Selain itu kasih di tandai dengan Saling menerima satu sama lain tanpa memandang status sosial (ayat 15).
Di abad pertama Masehi perbudakan merupakan hal yang sangat biasa dan diterima oleh masyrakat. Tidak ada suatu usaha yang nyata untuk menghapuskan system perbudakan dalam masyarakat tersebut. Mengingat jumlah orang Kristen pada waktu itu kecil, sehingga adalah hal yang mustahil untuk dapat merombak perbudakan di kekaisaran Romawi yang demikian luas itu. Kaum budak pada waktu bukan dipandang sebagai pribadi tetapi hanya sebagai benda. Di sinilah hal yang paling menentukan dalam surat Filemon adalah permintaan Paulus agar Filemon menerima dan memandang Onesimus sebagai saudaranya sendiri di dalam Kristus, ini menunjukan sebenarnya perbudakan tidak lagi berarti.
Permintaan Paulus tersebut didasari oleh kasih (ayat 9), yang merupakan buah dari Injil. Dengan demikian, seorang budak pada dasarnya merupakan orang yang bebas, tetapi ia adalah milik Tuhan (1Kor.7:22). Paulus menawarkan kepada para budak Kristen suatu cara pandang yang sama sekali baru akan situasi mereka. di satu sisi ia menekankan harga diri para budak sebagai manusia yang berharga dimata Tuhan. Penginjilan yang Paulus lakukan tanpa memandang bulu, dan status sosial, merupakan sebuah teladan Kasih yang harus diikuti. Di dalam Kristus si budak sesungguhnya adalah orang yang bebas. Seorang budak dapat dengan hati yang bersukacita melayani Tuhan walaupun ia tetap berstatus sebagai budak dan keterbatasannya secara sosial.
Di sini nyata bahwa pengajaran Kekristenan memberikan kepada hal perbudakan suatu dimensi baru yang dikuasai oleh kasih. Kasih inilah yang menjadi dasar utama kita dapat menerima orang lain apa adanya tanpa memandang apa, siapa, dan darimana ia berasal. Karena kita semua adalah saudara dalam Kristus. Yesus lahir dan mati bukan untuk hanya segelintir orang, tetapi ia lahir dan mati untuk semua orang, baik budak atau orang merdeka, baik  yang kaya atau miskin, semuanya mengalami sentuhan anugerah-Nya yang menyelamatkan semua orang.

3.      Persuadaraan dalam Kristus diwarnai dengan pengampunan (ayat 17-19)
Dalam surat ini kita belajar ada suatu penekanan yang kuat tentang konsep persekutuan atau persaudaraan. Persekutuan yang sejati berarti adanya pendamaian atau rekonsialiasi, pengampunan dan kehidupan yang harmonis. Permintaan Paulus untuk mengampuni budaknya Onesimus yang telah melarikan diri, dan berbuat jahat merugikan tuannya, merupakan hal yang sangat luar biasa karena hal itu bertentangan dengan kebiasaan pada waktu itu. Budak yang melarikan diri biasanya mendapat hukuman yang berat, bahkan sampai di salib. Apalagi kalau diingat bukan hanya pengampunan yang diminta oleh Paulus, melainkan agar Filemon menerima Onesimus sebagai saudaranya sendiri. Hal ini jelas menuntut suatu pemikiran dan sikap yang revolusioner. Di sini Filemon diuji sejauh mana ia telah menanggalkan “manusia lamanya” yang cenderung menghukum budaknya yang lari itu, ataukah ia melalui pembaharuan Roh Kudus dalam dirinya, bersedia mengampuni dan menerima Onesimus.
Di sini kita melihat bahwa kebaikan dapat dilakukan bila ada perubahan dalam cara pandang akan suatu hal atau keadaan. Cara pandang yang dimaksud adalah cara memandang suatu permasalahan dengan mata Yesus, karena semua orang percaya berada dalam Kristus. Artinya, kerugian pribadi tidak boleh menjadi penghalang untuk kita berbuat baik kepada pihak yang merugikan kita. Inilah contoh praktis mengasihi musuh dan membalas kejahatan dengan kebaikan, sekaligus merupakan tanda kuasa pembaharuan Roh Kudus dalam diri seseorang. Ada pemulihan dan pemberesan dosa yang terjadi dalam pengampunan. Walaupun Paulus memuji perubahan Onesimus, tetapi Paulus tidak menyembunyikan dosa dan kesalahan yang diperbuat Onesimus, melainkan menganjurkan Onesimus untuk kembali kepada tuannya dan membereskan permasalahannya . Hal ini termasuk pertanggung jawab dan pembayaran kerugian oleh Paulus, atas apa yang diperbuat oleh Onesimus. Inilah ciri persudaraan Kristen yang sejati ada kepedulian antara satu dengan yang lainnya, ada pembaharuan hubungan.

Penutup
Kita telah belajar dari 3 tokoh utama dalam dalam surat Filemon ini, mereka menunjukkan sebuah persaudaraan sejati dalam Tuhan. Dalam  persudaraan tersebut tentunya ada banyak masalah yang terjadi seperti masalah Filemon dan Onesimus. Namun masalah yang ada tidak akan pernah memutuskan tali persudaraan yang telah dijalin selama ini. Karena tali persaudaraan itu di jalin dalam kasih Kristus yang menjadi pilar utama Kekristenan, ada sikap hidup yang saling mendoakan, ada pengampunan, ada pemulihan hubungan dan ada kepedulian satu dengan yang lainnya tanpa memandang suku,ras, dan status sosial, apakah kaya atau miskin, budak atau orang merdeka karena kita semua sama dihadapan Tuhan. Onesimus yang tadinya seorang budak yang tanpa harga, tidak berguna, jahat. Sekarang telah menjadi Onesimus yang lain,ia telah mengalami perubahan ketika ia berjumpa dengan Kristus. Sekarang ia telah menemukan jati dirinya dalam persudaraan sejati dan memiliki harga diri dalam Kristus yang telah menyelamatkannya.
Bagaimanakah dengan saya dan saudara, apakah ada hubungan yang kurang baik dalam persaudaraanmu saat ini. Mungkin ada teman-teman dekatmu atau saudara seimanmu  yang menyakiti engkau, menghina bahkan tidak peduli dengan engkau, sehingga membuat engkau marah, susah atau sedih. Hari ini doakan mereka, tumbuhkan rasa kasih dalam hatimu buat mereka, ampunilah mereka. Maka engkau akan menyaksikan perubahan akan terjadi dalam persekutuanmu dengan sesama. Atau sebaliknya mungkin selama ini saya dan saudara menganggap rendah teman2mu, tidak suka mengampuni saudaramu, tidak mau mengasihi, sekarang belajarlah dari Paulus, Filemon dan Onesimus, percayalah Roh Kudus akan menolong dan memperbaharui hidup kita. TUHAN Memberkati
...AMIN…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

A L L A H

A L L A H MODUL DIKLAT PEJABAT   TUJUAN PENGAJARAN •       Peserta DIKLAT mampu menjelaskan konsep dan keberadaan Allah...