Rabu, 29 Maret 2017

KESELAMATAN



TEOLOGI GBI TENTANG KESELAMATAN
MODUL DIKLAT PEJABAT
 



—  Ajaran tentang keselamatan = Soteriologi.  Yun: sozo à menyelamatkan dari kematian.  Ibr: yasa, shalom, salem à pembebasan oleh Tuhan (man tidak mampu membebaskan dirinya sendiri).
—  Dosa merusak dan mengakibatkan maut. Hanya 4 pasal Alkitab yang abaikan pokok dosa (Kej. 1-2, Why. 21-22).  Kekejaman dosa menyebabkan keselamatan sangat penting.
—  Keselamatan berdasarkan Anugerah (kasih karunia) Allah. Ibr: khen, khesed. Yun: kharis – pemberian cuma-cuma Allah kepada manusia yang sebetulnya tidak layak untuk menerimanya

—  Keselamatan = anugerah Allah yang diterima oleh iman  # amal manusia (Ef. 2:8-10).
—  Agama = usaha manusia untuk mencapai Allah (melalui amal, dll.) tapi Anugerah = usaha Allah mencapai manusia. Yoh. 15:16.
—  Perbuatan baik adalah bukti/buah keselamatan, bukan syarat keselamatan.
—  Orang percaya harus yakin akan keselamatan-nya  # anggap Allah penipu (I Yoh. 5:10-13).
—  Dasar keyakinannya:  a) Firman Allah (bukti obyektif).  b) Kesaksian Roh Allah (bukti subyektif) Rm. 8:16. c) Buah iman (kekudusan).

—  Bila orang percaya jatuh lagi dalam dosa: mengaku dosa agar  diampuni Allah (I Yoh 1:9) # terima Yesus lagi (Ibr. 13:5b) or dibaptis ulang! 
—  Akibat:  Allah kembalikan sukacita keselamatan (Mzm. 51:14), persekutuan dgn Allah dipulihkan.
—  Keselamatan bisa hilang? Calvin: No. Armius: Yes.
—  Konsep pilihan (Election) -  predestinasi:  ditetapkan sebelumnya.  Efesus 1:4-6. 
—  Allah telah memilih orang yang akan diselamatkan sebelum dunia dijadikan.  Penetapan itu berdasarkan apa: Kedaulatan-Nya atau kemaha-tahuan-Nya?

CALVINISME
ARMINIANISME
1. Total depravity of man.  Dosa à kerusakan total, man tak berdaya meres-poni panggilan Allah.
1. Walau sudah berdosa, oleh anugerah man masih bisa meresponi panggilan Allah (percaya). Mat. 11:28.
2. Unconditional election. Allah memilih orang yang akan selamat tanpa syarat, karena kedaulatan-Nya à “mau-mau-Nya Tuhan”
2. Allah memilih karena Ia tahu dari kekal siapa yang akan meresponi panggilan –Nya (percaya kepadaNya)
3. Limited Atonement. Kristus mati hanya menebus orang pilihan-Nya saja.
3.  Penebusan Kristus tak terbatas, tersedia bagi semua orang yang mau menerima-Nya.
4. Irrisistable grace. Anugerah keselamatan tak dapat ditolak oleh orang yang telah ditetapkan-Nya.
4. Manusia punya kehendak  bebas untuk menerima atau menolak anugerah Allah.
5. Perseverence of the saint – orang yang telah dipilih untuk selamat tidak akan kehilangan keselamatan.
5. Orang masih bisa kehilangan keselamatan. Keselamatan kekal bersyarat: tetap tinggal dalam Kristus.

—  Kita harus jaga KESEIMBANGAN antara kedaulatan Allah dan kehendak bebas manusia.
—  Penetapan Allah itu karena kedaulatan atau kemaha-tahuan-Nya?  Solusi/jawabannya:  Allah tidak dibatasi waktu. Saat Dia memilih siapa yang selamat karena kedaulatan-Nya, saat itu juga Allah sudah tahu siapa manusia yang akan menggunakan kehendak bebasnya untuk meresponi panggilan-Nya (percaya).
—  Keberatan tentang pandangan “sekali selamat, tetap selamat”:
1.       Mengakibatkan fatalisme (manusia seperti boneka), semua sudah ditentukan (bukan hanya diketahui oleh Tuhan).
2.       Mengakibatkan kelalaian dalam perilaku. Apapun dosa yang saya lakukan, saya tetap selamat  X  lahir baru – tidak biasa hidup dalam dosa tapi hidup kudus)
3.       Mengurangi semangat penginjilan. Kalau bukan orang pilihan tidak akan selamat walaupun diinjili ribuan kali X . . .

—  Ayat peringatan keras dalam Alkitab:
O Lukas 12:10  Siapa menghujat Roh Kudus  tidak akan diampuni dosanya. 
Tahapan: mendukakan, memadamkan, mendustai, menentang dst. sampai “point of no return”, hati keras tak ada penyesalan. 
                Allah tidak mengampuni karena orang itu tidak pernah minta ampun untuk selamanya.
- Ibr. 6:4-6  Orang yg diterangi hatinya, menge-cap karunia sorgawi, mendapat bagian dalam Roh Kudus, tp murtad lagi tak mungkin dibarui
-              2 Tim. 2:12  Jika kita menyangkal, Dia pun akan menyangkal kita.
-    Wahyu 3:5. Dihapus dari kitab kehidupan. Berarti pernah ditulis.
•       Jaminan keselamatan itu kondisional (bersya-rat):  harus tinggal dalam Kristus (Yoh. 15:5-6, Rm. 11:19-24). Kerjakan keselamatan – Allah yang mengerjakan dari dalam.  Fil. 2:12-13.
•       Sekali selamat tetap selamat, asal setia!  Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yg terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia (Why. 17:14).

—  Tujuan akhir keselamatan bukan masuk sorga, tapi mengenal Allah Bapa dan Yesus. Yoh. 17:3 à serupa dengan Kristus (Rm. 8:29), sempurna roh, jiwa, tubuh (I Tes. 5:23).
—  Keselamatan mencakup 3 dimensi waktu:
1.       Lampau.  Kita sudah diselamatkan dari hukuman dosa.  Justification.
2.       Kini. Kita sedang diselamatkan dari kuasa dosa.  Sanctification.
3.       Yang akan datang. Kita akan diselamatkan dari adanya dosa.  Glorification.

—  Orang percaya akan menghadap tahta pengadilan Kristus/bema (2 Kor. 5:10) à bukan tentukan keselamatan (Rom. 8:1) tapi pahala, bagi yang melayani dengan tulus.  Yang melayani tak tulus tetap selamat tapi kehilangan pahala 1 Kor 3:10-15
—  Orang yang percaya Yesus sejak masa kecilnya (spt Timotius) atau beberapa jam sebelum meninggal (spt penjahat di sebelah salib Yesus) sama-sama diselamatkan.  Apa bedanya?  à ada perbedaan pahala di Sorga dan hukuman di neraka (I Kor 15:40-41, Luk 12:47-48, Mat 11:22-24)
—  Pahalanya = mahkota à memerintah bersama Kristus (Why. 22:5) di bumi baru (Why. 21:1-3). Ibukotanya: Yerusalem baru.
—  Bagaimana dengan keselamatan orang pada zaman PL sebelum Kristus lahir?  Mereka dibenarkan karena iman kepada Allah yang berjanji bahwa akan datang sang Juruselamat (Kej. 3:15 proto evangelium). Kej. 15:6.  Kita percaya kepada Mesias yang sudah datang, yaitu Yesus Kristus.
—  Apakah suku terasing yang tidak dengar Injil bisa selamat dengan suara hati atau karena melakukan hukum Taurat? (Rom. 2:14-16)
—  Kita yakin Yesuslah satu-satunya jalan keselamatan (Yoh 14:6). Orang tidak diselamatkan karena Taurat, hati nurani, amal kebaikan, ketidaktahuan, dll. Gal. 2:16.
—  Tapi Allah adil, orang dihukum karena menolak keselamatan # karena tidak tahu. Selalu ada peringatan-Nya (seperti zaman Nuh;  Yeremia khotbah 40 tahun walau tidak ada yang bertobat).
—  Sejak PL Tuhan janji bahwa 0rang yang mencari Dia dengan segenap hati akan menemukan-Nya (Ul. 4:29), seperti yang terjadi di PB dengan Kornelius (Kis. 10:4-5, 34-36). Sayangnya, orang tidak mencari Allah (Rm. 3:11), sebaliknya manusia menyembah berhala sehingga mendatangkan hukuman (Rm. 1:18-23).
—  Adakah keselamatan setelah kematian?  Apakah Yesus memberitakan Injil kepada roh orang mati sehingga mereka diselamatkan?  (I Pet. 3:19-20).
Memberitakan Injil (Yun: kerusso = to proclaim # to evangelize).  Yesus menunjukkan mereka patut dihukum karena telah menolak kesaksian Nuh, pemberita kebenaran itu (2 Pet 2:5).  GBI  percaya tidak ada kesempatan selamat setelah kematian.  Ibrani 9:27 – setelah mati dihakimi # diinjili.
—  GBI menolak ajaran tentang penginjilan kepada arwah.  Selain tidak Alkitabiah, ini akan menyebabkan kesesatan lain, mis: berdoa di kuburan dan meminta keselamatan bagi anggota keluarga yang belum percaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

A L L A H

A L L A H MODUL DIKLAT PEJABAT   TUJUAN PENGAJARAN •       Peserta DIKLAT mampu menjelaskan konsep dan keberadaan Allah...